Rabu, 02 September 2015

STAI-BA PURWOASRI KEDIRI GELAR WISUDA PERDANA



Kediri-  Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh ( STAI-BA ) Purwoasri Kediri,  menggelar wisuda sarjana S1 ke -1 perhelatan besar yang digelar  di area Komplek Pondok pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri Sabtu (22/8).
Acara dibuka oleh Ketua STAI-BA Dr. Hj. Noer Chalida Badrus, M.H.I, turut hadir dalam acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Al-hikmah dan Ketua Yayasan Pendidikan Al-Hikmah KH Zaimmudin Badrus Sholeh.
Sektretaris Kopertais4 Wilayah Surabaya Muhammad Nuril Huda, M.pd juga hadir dan memberikan sambutan. “ kami mengharapkan para wisudawan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama dibangku  perkuliahan untuk kepentingan masyarakat” Ujar Nurl huda.
Dalam wisuda kali ini STAI-BA telah meluluskan 41  wisudawan dari dua program studi yakni Pendidikan Bahasa Arab dan Ekonomi Syariah.
Alhamdulillah, ini wisuda perdana yang diselenggarakan  STAI-BA, setelah mendapat SK pendirian pada tahun 2010. Staiba berupaya untuk terus meningkatkan kualitasnya  baik SDM maupun fasilitasnya, sehingga masyarakat makin percaya dengan kampus STAIBA, dan insya Allah tahun 2016 Staiba akan meningkatkan statusnya dari STAI menjadi Institut, karena saat ini STAIBA sudah memiliki 6 prodi yakni, PBA, PGRA, PGMI, IAT ( Ilmu Qur’an dan Tafsir ), AS (Ahwal Al-Syakhsiyyah), dan ES ( Ekonomi Syariah) sebagai salah syarat untuk alih status ke institut” Ujar Noer Chalida dalam sambutannya.
Bu lilik panggilan akrap  Ketua STAI-BA juga mengatakan bahwa  pada tahun akademik 2015- 2016 ini staiba juga mendapatkan kepercayaan dari Gubernur Jawa Timur untuk menyelenggarakan  program beasiswa peningkatan kualitas guru  Madin, dan saat ini staiba masih menerima mahasiswa baru, baik regular maupun program beasiswa madin.
Acara tampak meriah dan khidmat yang dihadiri tidak kurang dari 700 undangan yang terdiri dari orang tua wali, kampus sekitar dan tokoh-tokoh masyarakat di sekitar kampus.
Moch. Ihyak Ulumudin mengatakan bahwa wisuda  ini berjalan lancar, “ kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika STAI-BA dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini, dan kami juga ucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan semoga ilmu yang telah didapat dapat bermanfaat” ujar Moch. Ihyak Ulumudin, Dosen STAI-BA yang juga ketua Panitia Wisuda ini.Red  shof

Rabu, 17 Juni 2015

Marhaban... Yaa... Ramadhan....

Kediri - Marhaban... Yaa... Ramadhan... memasuki bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah di malam pertama Sholat Tarawih Berjama'ah di masjid isti’dad Kolak Ngadiluwih  Kabupaten Kediri dipenuhi jama'ah umat islam Rabu malam (17/6/15’). Antusiasme yang besar dari umat islam dalam menyambut dan melaksanakan segala ibadah baik wajib maupun sunah di bulan suci ini dikarenakan Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh barokah, ampunan dan pahala berlipat ganda.
Sementara itu di warga kolak dan sekitarnya semarak  dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan sangat terasa antusias dan suka cita. Tepatnya di Masjid  isti’dad kolak wonorejo ngadiluwih, warga  berduyun- duyun memenuhi masjid jami’ di desa wonorejo ini.
Sholat tarowih 23 rokaat yang di imami oleh KH Mahbub Ismail ini, tampak khusuk dalam menjalankan ibadahnya, selesai sholat tarowih acara dilanjutkan dengan kirim do’a leluhur ( megengan bahasa jawa ) dan tadarus Al-Qur’an.
Sepanjang jalan di desa kolak wonorejo ini tampak sepi, masyarakat lebih mementingkan masuk masjid untuk beribadah di hari pertama ramadhan, daripada  melakukan aktivitas lain.

Salah satu jamaah mengatakan bahwa  ramadhan tahun ini tampak beda dengan tahun sebelumnya, “ ramadhan tahun ini tampak beda, ada nuansa religius yang sangat kental, mudah-mudahan ramadhan tahun ini dapat menaikan derajat ibadahnya” ungkapnya penuh harap. shofa

Selasa, 02 Juni 2015

STAI-BA Gelar Seminar dan Sosialisasi Beasiswa Madin

Kediri- Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditetapkan sebagai pendidikan sekolah dalam system pendidikan Nasional.  SKB tiga menteri ( Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri) menandakan bahwa eksistensi madrasah diniyah sudah cukup kuat beriringan dengan sekolah umum. SKB tiga menteri juga dinilai sebagai langkah positif bagi peningkatan mutu madrasah diniyah baik dari status, nilai ijazah maupun kurikulumnya

          Acara seminar dan sosialisasi beasiswa madin ini menghadirkan dua narasumber yang pertama Prof. Dr. H. Hamid Syarif dari LPPD Jawa Timur dan Zaial Fanani, M.Pd Kasi PK Pontren Kemenang Kabupaten Kediri, dalam uraiannya kyai  hamid menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan guru madrasah diniyah atau dalam bahasa kerennya meng S1 kan guru madin.

         “ Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan madrasah diniyah tidak lepas dari problematika diantaranya belum banyak memiliki guru yang memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S1) dalam standar formalitasnya, sehingga berakibat secara manajemen dalam pengelolaannya masih bersifat konvensional,  dan belum mampu secara professional sebagaimana diktum sisdiknas”, ujar kyai hamid

        Secara terpisah Lilik Noer Chalida Ketua STAIBA Menyampaikan bahwa Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh ( STAI-BA ) Purwoasri Kediri merupakan salah satu LPTK yang dipercaya oleh pemerintah propinsi Jawa timur untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru madrasah diniyah dalam program beasiswa peningkatan kualifikasi akademik guru madrasah diniyah, sehingga harapannya dengan adanya beasiswa ini mampu menjadi rangsangan yang positif lembaga madrasah diniyah untuk terus meningkatkan kualitasnya, sehingga mampu memenuhi profesionalitas lembaga sebagaimana yang diamanahkan oleh undang-undang.

          “ Di Kediri hanya ada 2 Perguruan Tinggio yang dipercaya untuk menyelenggarakn program ini  yaitu STAI-BA Purwoasri dan Tribakti kediri, ini kesempatan yang sangat baik sekali bagi penggerak madrasah diniyah, untuk terus meningkatkan kualitas akademiknya, STAI-BA siap memfasilitasi, untuk peningkatan kialitas guru madin” uncap Lilik Noer Chalida.

Kemudian dari PK pontren Zainal Fanani menyoroti masih amburadulnya system manajemen di madrasah diniyah, beliau berharap untuk kedepan madin akan terus menjadi baik, apalagi sekarang madin sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah. Shofa

Jumat, 01 Mei 2015

Dr. KH. Husein Muhammad : “ Poligami Sakinah Group adalah bentuk pembodohan kepada masayarakat”.

Kediri – Eksploitasi terhadap perempuan dan kekerasan seksual terhadap remaja terus meningkat dan menjadi perhatian. Kondisi ini diperparah oleh korban, bahwa apa yang telah dilakukan tidak disadarinya, sehingga perlu ada pemahaman, pendekatan dan perhatian yang lebih dari masyarakat sekitar.
Itulah kesimpulan dari seminar yang diadakan di kampus STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri yang di hadiri oleh Dr. KH Husein Muhammad sebagai narasumbernya, yang juga merupakan pendiri dari LSM Rahima juga salah satu mantan komisioner Komisi Nasional anti kekerasan terhadap perempuan tahun 2008. Seminar yang dihadiri tidak kurang dari 200 peserta, terdiri dari unsur pimpinan STAI Badrus Sholeh, Mahasiswa dan siswa MA Al-Hikmah tampak antusias mendengarkan paparan yang di sampaikan oleh Dr. KH Husein Muhammad, terlebih ketika Dr. Husein membuka season dioalog.
Menurut Binti muliati salah satu dosen STAI Badrus Sholeh, kegiatan semacam ini perlu sering dilakukan, agar membuka cakrawala keilmuan bagi seluruh mahasiswa.”mudah-mudahan dengan dilaksanakan seminar semacam kedepannya akan semakin banyak yang peduli terhadap nasib perempuan”. Ungkap Binti salah satu Dosen STAI Badrus Sholeh
Dalam paparannya Kyai Husein Muhammad mengatakan bahwa eksploitasi terhadap perempuan dan kekerasan terhadap remaja sudah sangat memprihatinkan, banyaknya pekerja seks komersial, traficing, yang kadang tidak disadarinya sendiri bagi korbanya.
Kyai Husein juga menyinggung isu hangat akhir-akhir ini terkait dengan digelarnya konggres Poligami Sakinah Group ( PSG ) atau Jamaah Ta’adud sakinah yang diselenggarakan di mojokerto. “Poligami Sakinah Group (PSG) merupakan upaya pembodohan terhadap masyarakat”. Ujar Kyai Husein.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa selama ini mereka menggunakan dalil untuk mengangkat harkat dan martabat wanita, itu hanya upaya pembenaran langkah yang dilakukan,          “ Ingat wanita yang dimadu secara psikis tidak pernah menerima, kalaupun mereka menerima itu karena beban ekonomi dan ketergantungan terhadap laki-laki” tambahnya.
Untuk itu, lanjutnya ia berharap ada kartini-kartini baru yang mandiri, kuat, dan berani membela kepentingan perempuan, ia juga sangat mengapresiasi Ibu Dr. Noer Chalida Badrus yang mengangkat tema perempuan dalam disertasinya doktoralnya. ” Banyak tokoh-tokoh perempuan yang berhasil menjadi seorang pemimpin, seperti Siti Aisyah R.A, yang kecerdasanya melampaui kecerdasan laki-laki” pungkas kyai feminisme yang aktif menulis terkait dengan perempuan dalam buku-bukunya maupun dalam diskusi lainya yang juga sebagai alumni pondok pesantren lirboyo Kediri ini.

Ketua STAI Badrus Sholeh Lilik Noer Chalida Badrus mengatakan bahwa mahasiswa perlu mendapat pencerahan untuk menambah wawasan keilmuan dari orang sekaliber Kyai Husein Muhammad. “ kita berharap bahwa kegitan-kegiatan ilmiah berupa seminar dan diskusi seperti ini akan terus menjadi budaya dilingkungan kampus” ujarnya. Ketua STAI Badrus Sholeh yang juga merupakan Doktor dari UIN Sunan Ampel ini mengapresiasi pemikiran-pemikiran Kyai Husein tentang perlindungan terhadap perempuan.( Shof)

Selamat Hari Pendidikan Nasional

Kediri: Selamat Hari Pendidikan Nasional! Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Mei. Pemerintah pertama kali menetapkan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional pada 16 Desember 1959. Tanggal 2 Mei dipilih karena tanggal itu merupakan tanggal lahir Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. 
Peringatan hari Pendidikan nasional diperingati secara luas di seluruh pelosok Tanah Air tak terkecuali di kediri, meski Hardiknas tidak dijadikan hari libur, sebagaimana Hari Buruh Internasional, namun tidak mengurangi makna Hari Pendidikan ini, salah satu penggiat pendidikan Zainal Muttaqin salah seorang kepala SMP Mamabaul Hisan ngadiluwih ini mengatakan, bahwa hari Pendidikan ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan profesionalisme baik di lembaga maupun pada guru-gurunya, " Sudah saatnya pendidikan kita terus meningkatkan  gradenya dengan adanya Akreditasi dan Sertifikasi Guru, tidak ada alasan lagi pendidikan kita tertinggal dengan Negara tetagga" ungkap  Kepala sekolah yang juga sebagai Dosen STAIBA Purwoasri ini. 

Lebih lanjut Kandidat doktor Universitas Islam Sunan Ampel ini mengatakan Pendidikan  kita harus mempunyai karakter sebagaima tema Hari Pendidikan Nasional Tahu ini " Pendidikan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’ dengan kata kunci "gerakan" yaitu yang melibatkan seluruh elemen bangsa, tak terkecuali santri-santri di Pondok Pesantren.  Semangat Ki Hajar Dewantara adalah semangat Pendidika kita yang harus kita pupuk dan kita sirami agar terus menggelora dalam sanubari kita, tidak hanya pelaku pendidika tetapi seluruh komponen bagsa termasuk orangtua.(Shof)