Selasa, 24 Juli 2018

Arif Priambodo pilih PPP sebagai kendaraan politiknya

KEDIRI- Nama Arif Priambodo tentu tidak asing bagi kaum pergerakan di kabupaten Kediri, khususnya di naungan NU, aktifis Ansor yang menjabat sebagai sekretaris Kaderisasi Ansor Kab Kediri yang juga pernah menjabat pengurus IPNU Wilayah Jawa Timur, Berbagai kegiatan ansor tidak lepas dari gagasan dan idenya, dan untuk mempertajam insting politiknya dengan mengucap bismillahi tawakaltu 'alallah dia mendaftar caleg DPRD kab. Kediri dapil 2 (Purwoasri, Kunjang, Plemahan, Badas dan Pare) dari PPP.

Dalam ranah politik dia terkenal piawai dalam memainkan peran, dibuktikan pernah menduduki kursi sekretaris DPC PPP  dan hari inipun namanya masih tercantum dalam struktur kepengurusan DPC PPP Kab. Kediri sebagai wakil Sekretaris masa khidmat 2016-2021.

" kader NU harus punya kepedulian yang tunggi terhadap politik, agar kedepan NU bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat" ujarnya dengan penuh semangat.

Arif Priambodo menargetkan paling nggak untuk wilayah plemahan, kunjang dan Badas dapat dia kuasai secara mayoritas 80% karena ibarat wilayah inilah tanah leluhurnya.
dan ini bukan hanya itung-itungan di atas kertas saja melainkan sudah menjadi gerakan dan itu akan terus bergerak sampai pada puncaknya  april 2019 nanti. *Red*

Senin, 23 Juli 2018

PPP Kab. Kediri Berangkatkan 47 Kader terbaiknya di pemilu 2019


Kediri- Konstelasi Pemilu 2019 sudah mulai  meski waktunya masih 1 tahun lagi, 
16 partai yang bertarung merebutkan 50 kursi legislatif di kabupaten Kediri sudah memulai tahapan pemilu yang sudah di tetapkan KPU mulai pendafatran dan masa perbaikan kelengkapan berkas sebelum nanti ditetapkan sebagai Daftar Caleg Tetap (DCT), masing-masing partai politik sudah menyetorkan nama-nama calegnya yang akan bertarung di masing-masing dapil di kabupaten Kediri. Begitu pula dengan Partai Persatuan Pembanguna  (PPP). Melalui sekretaris DPC PPP Kab. Kediri Nurus Shofa, SE mengatakan bahwa PPP Kab. Kediri memeberangkatkan 47 kader terbaiknya dari berbagai latar belakang profesi.

"PPP Kab Kediri, Alhamdulillah sudah mendaftarkan 47 Kader terbaiknya ke KPUD Kab. Kediri untuk bertarung dalam konstalasi politik 2019, baik dari kader internal maupun eksternal, ada yang berlatar belakang dosen, guru, pengusaha maupun olahragawan" paparnya di kantor DPC PPP.

PPP sebagai partai yang sudah mempunyai pengalaman 10 kali dalam perhelatan pemilu di indonesia menargetkan 1 fraksi di DPRD Kab. Kediri atau minimal 4 Kursi
 Dan bidikannya adalah kaum milenial sebagaimana yang selama ini di gaungkan oleh ketua umum PPP Ir. H. Rohamurmuziy, MT. Yang juga sebagai ketua umum partai politik termuda di Indonesia. Shofa

Minggu, 22 Juli 2018

Legenda lapangan hijau Budi Sudarsono Nyaleg Lewat PPP Kab Kediri

Budi Sudarsono, mantan penyerang tim nasional Indonesia dan sejumlah klub besar Indonesia, maju ke Pemilu Legislatif 2019 untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Kediri, bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Bergabungnya Budi Sudarsono sebagai calon legislatif (Caleg) di partai tersebut disambut positif oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi, dalam keterangannya dikuti dari Tribunnews.
“Alhamdulillah PPP terus diminati oleh para caleg terutama dari eksternal. Tidak hanya di tingkat pusat tapi juga di daerah. Salah satunya yang bergabung adalah mantan pemain timnas Budi Sudarsono yang maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Kediri dapil II,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Awiek itu juga menambahkan, dengan bergabungnya Budi Sudarsono yang sangat tenar sebagai mantan pesepak bola nasional, itu menunjukkan bahwa performa PPP bagus, dan bisa mendongkrak perolehan suara di Kabupaten Kediri.
Budi Sudarsono semasa aktif bermain dikenal sebagai penyerang yang lihai berkelit dari penjagaan bek lawan. Oleh karena itulah ia mendapat sebutan Si Ular Piton, dan rekam jejak kariernya dihiasi deretan klub besar yang pernah dibelanya.
Tercatat ada Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC pernah dibelanya di kasta tertinggi sepak bola nasional. Sementara itu untuk tim luar negeri, Budi Sudarsono pernah membela PDRM Fa di Liga Malaysia pada 2007.
Prestasi terbaik Budi Sudarsono sebagai pemain adalah membawa Persija Jakarta juara Liga Indonesia tahun 2001, kemudian menjuarai Copa Indonesia bersama Sririjaya FC di musim 2008/2009. Kemudian di tim nasional, pria kelahiran Kediri 38 tahun silam ini mencatatkan 46 penampilan dan 16 gol.
Usai gantung sepatu sebagai pemain, profesi Budi Sudarsono kemudian beralih ke pinggir lapangan. Posisi asisten pelatih Kalteng Putra pernah dijabatnya, dilanjutkan dengan menjadi direktur teknik tim asal Pemalang, Kuta FC.
Dengan statusnya sebagai caleg PPP, Budi Sudarsono mengikuti jejak legenda sepak bola yang terjun ke dunia politik. Di Eropa, Afrika, dan Brasil ada Andriy Shevchenko, Kakhaber Kaladze, George Weah, Pele, dan Zico, sedangkan di sepak bola nasional ada Markus Haris Maulana yang menjadi Kader Partai Perindo.

Intelektualitas Prima sang Romahurmuziy

Pendaftaran pilpres 2019 kurang sebulan lagi, masyarakat Indonesia menanti dan menunggu calon yang akan maju bertarung untuk memperebutkan orang nomor satu dan dua di Indonesia. Calon petahana Joko Widodo dipastikan akan maju lagi untuk meneruskan agenda pembangunan yang masih berjalan. Sementara itu, pesaing Jokowi dalam pilpres 2019 masih samar belum diumumkan kepada publik.
Di masa gegap gempita soal siapa saja yang akan menjadi calon pemimpin negeri ini, ada tokoh politik yang menarik perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir ini, tokoh itu adalah M. Romahurmuziy Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Romahurmuziy dalam beberapa bulan belakangan sangat dekat dan intens berkomunikasi dengan Jokowi, bahkan Rommy adalah orang yang dipersilakan Jokowi untuk mengumumkan kepada publik 10 bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Beberapa pandangan dan penilaian dialamatkan pada sosok yang dalam beberapa penampilannya banyak memunculkan gagasan dan ide solutif dalam mengurai tantangan-tantangan Indonesia ke depan.
Bahkan namanya masuk dalam 10 bakal calon wakil presiden yang dikantongi Jokowi. Secara rekam jejak, Rommy memang terbilang sangat sedikit tampil di panggung politik Indonesia. Namun perlu dicatat dengan baik, Rommy dengan kemampuan dan langkah strategisnya secara cepat mampu menjadi perhatian nasional dengan tampil di banyak acara televisi. Dalam banyak acara televisi itu, Rommy mampu mewacanakan nasionalis-agamis,  mewacanakan revolusi industri 4.0, dan dapat memberikan argumentasi yang mumpuni soal politik identitas dan terorisme.
Jokowi dalam pidato saat acara Munas Alim Ulama PPP mengatakan Romahurmuziy adalah sosok santri, muda, dan intelektual. Dia menambahkan bahwa penilaian itu muncul dari hati yang paling dalam saat ditanya untuk menggambarkan sosok Romahurmuziy
“Mendengar apa yang disampaikan beliau (baca: Romahurmuziy) tadi yang lebih dari 1 jam menunjukkan intelektualitas yang sangat prima” cuplikan pidato Jokowi, (14/4/2018).
Romahurmuziy adalah tokoh politik yang muncul setelah badai konflik internal PPP dari 2014, Rommy secara sah menjadi Ketua Umum PPP setelah ada putusan Mahkamah Agung. Di umur 43 tahun, Romahurmuziy menjadi ketua umum partai politik termuda, dan diharapkan bisa mengisi sosok pemimpin muda Indonesia di masa depan.
Rommy selalu memberikan semangat kepada kawan-kawan dan para kader untuk terus optimis. “Seluruh cobaan yang tidak menghancurkanmu, akan menguatkanmu”, kata Rommy.
Menanggapi kesiapannya dalam membawa PPP mengarungi pemilihan umum, Rommy sangat percaya diri dengan modal semangat generasi muda yang dimilikinya mampu menarik suara generasi milenial. Keyakinannya itu didasarkan data bahwa di tahun 2019, 39 persen pemilih nasional berumur di bawah 40 tahun.
PPP sejak dinahkodai Romahurmuziy terlihat mulai punya warna dan langkah atau strategi politik yang baik. Romahurmuziy membuktikan PPP masih punya taji, di pilkada serentak 2018 PPP mampu menyapu bersih Jawa dengan menempatkan kadernya sebagai gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Buku-buku Bacaan Gus Rommy Yang Recommended Buat Kalian Para Kutu Buku

Banyak sudah kata-kata mutiara nan bijak dapat kita temukan di sampul buku, mulai yang paling model definisi, seperti “Buku Adalah Jendela Dunia”, “Buku Adalah Mercusuar yang Berdiri di Tepi Samudra Waktu yang Luas”, “Buku Lama Adalah Buku Baru Bagi Mereka yang Belum Membacanya”, atau model pengandaian, “Sebuah Buku Ibarat Taman Bunga yang Dibawa Dalam Kantong”, sampai motivasi yang inovatif nan revolusioner seperti “Pakai Baju Lama dan Beli Buku Baru”. Indonesia tak perlu menunggu tahun 2050 untuk menjadi negara maju, jika para generasi penerusnya mengamalkan kata bijak ini.
Gak ada alasan buat kalian bilang “Baca buku itu berat, biar aku saja”. Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan orang yang tidak mau membaca kecuali malas. Sekedar tips saja buat kalian yang belajar membaca (maksudnya  membiasakan membaca), yaitu mulailah dengan bacaan dari tema-tema yang kalian sukai. Roman, anak muda, atau bagi kalian yang Muslim-Muslimah dan muda, bisa mulai dengan membaca buku “Udah Putusin Saja” karya Ustaz Felix Siauw yang katanya bestseller. Buku-buku bacaan Gus Rommy juga cocok buat kalian semua. Apa saja sih buku bacaan Gus Rommy?
Tafsir al-Misbah
Tafsir al-Misbah ditulis oleh M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah menghimpun lebih dari 10.000 halaman yang memuat kajian tafsir Al-Quran yang ditulis oleh M. Quraish Shihab, ahli tafsir Al-Quran, alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo (Mesir).
Fath al-Bari
Lebih lengkapnya berjudul “Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari” adalah Kitab yang sangat penting kedudukannya pada kalangan Ahlussunnah yang dikarang oleh al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani. Kitab ini sangat masyhur dan telah dijadikan rujukan oleh kaum Muslimin baik di  kalangan santri maupun muslim awam.
Kekerasan dan Politik Identitas
“Kekerasan dan Politik Identitas” adalah buku alih bahasa yang ditulis oleh Amartya Sen berjudul “Identity and Violence: The Illusion of Destiny”.
Roman Sejarah
Informasi Gus Rommy suka baca buku roman sejarah bisa dilihat di profil twitter M. Romahurmuziy. Judulnya bisa ditanyain langsung. Roman sejarah sejauh yang kutahu dan terpopuler di Indonesia adalah buku tetralogi Pramoedya Ananta Toer, atau Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Abdul Malik Karim Amrullah. Iya, Romeo-Juliet di Eropa, Qais-Layla di Timur Tengah, Mandra-Munaroh di Betawi, itu juga bisa masuk kisah roman. Kalian juga bisa nulis kisah roman yang epik, dengan formula nama huruf terakhirnya memakai konsonan dan vocal misal Galih-Ratna.