Rabu, 17 Juni 2015

Marhaban... Yaa... Ramadhan....

Kediri - Marhaban... Yaa... Ramadhan... memasuki bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah di malam pertama Sholat Tarawih Berjama'ah di masjid isti’dad Kolak Ngadiluwih  Kabupaten Kediri dipenuhi jama'ah umat islam Rabu malam (17/6/15’). Antusiasme yang besar dari umat islam dalam menyambut dan melaksanakan segala ibadah baik wajib maupun sunah di bulan suci ini dikarenakan Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh barokah, ampunan dan pahala berlipat ganda.
Sementara itu di warga kolak dan sekitarnya semarak  dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan sangat terasa antusias dan suka cita. Tepatnya di Masjid  isti’dad kolak wonorejo ngadiluwih, warga  berduyun- duyun memenuhi masjid jami’ di desa wonorejo ini.
Sholat tarowih 23 rokaat yang di imami oleh KH Mahbub Ismail ini, tampak khusuk dalam menjalankan ibadahnya, selesai sholat tarowih acara dilanjutkan dengan kirim do’a leluhur ( megengan bahasa jawa ) dan tadarus Al-Qur’an.
Sepanjang jalan di desa kolak wonorejo ini tampak sepi, masyarakat lebih mementingkan masuk masjid untuk beribadah di hari pertama ramadhan, daripada  melakukan aktivitas lain.

Salah satu jamaah mengatakan bahwa  ramadhan tahun ini tampak beda dengan tahun sebelumnya, “ ramadhan tahun ini tampak beda, ada nuansa religius yang sangat kental, mudah-mudahan ramadhan tahun ini dapat menaikan derajat ibadahnya” ungkapnya penuh harap. shofa

Selasa, 02 Juni 2015

STAI-BA Gelar Seminar dan Sosialisasi Beasiswa Madin

Kediri- Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditetapkan sebagai pendidikan sekolah dalam system pendidikan Nasional.  SKB tiga menteri ( Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri) menandakan bahwa eksistensi madrasah diniyah sudah cukup kuat beriringan dengan sekolah umum. SKB tiga menteri juga dinilai sebagai langkah positif bagi peningkatan mutu madrasah diniyah baik dari status, nilai ijazah maupun kurikulumnya

          Acara seminar dan sosialisasi beasiswa madin ini menghadirkan dua narasumber yang pertama Prof. Dr. H. Hamid Syarif dari LPPD Jawa Timur dan Zaial Fanani, M.Pd Kasi PK Pontren Kemenang Kabupaten Kediri, dalam uraiannya kyai  hamid menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan guru madrasah diniyah atau dalam bahasa kerennya meng S1 kan guru madin.

         “ Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan madrasah diniyah tidak lepas dari problematika diantaranya belum banyak memiliki guru yang memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S1) dalam standar formalitasnya, sehingga berakibat secara manajemen dalam pengelolaannya masih bersifat konvensional,  dan belum mampu secara professional sebagaimana diktum sisdiknas”, ujar kyai hamid

        Secara terpisah Lilik Noer Chalida Ketua STAIBA Menyampaikan bahwa Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh ( STAI-BA ) Purwoasri Kediri merupakan salah satu LPTK yang dipercaya oleh pemerintah propinsi Jawa timur untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru madrasah diniyah dalam program beasiswa peningkatan kualifikasi akademik guru madrasah diniyah, sehingga harapannya dengan adanya beasiswa ini mampu menjadi rangsangan yang positif lembaga madrasah diniyah untuk terus meningkatkan kualitasnya, sehingga mampu memenuhi profesionalitas lembaga sebagaimana yang diamanahkan oleh undang-undang.

          “ Di Kediri hanya ada 2 Perguruan Tinggio yang dipercaya untuk menyelenggarakn program ini  yaitu STAI-BA Purwoasri dan Tribakti kediri, ini kesempatan yang sangat baik sekali bagi penggerak madrasah diniyah, untuk terus meningkatkan kualitas akademiknya, STAI-BA siap memfasilitasi, untuk peningkatan kialitas guru madin” uncap Lilik Noer Chalida.

Kemudian dari PK pontren Zainal Fanani menyoroti masih amburadulnya system manajemen di madrasah diniyah, beliau berharap untuk kedepan madin akan terus menjadi baik, apalagi sekarang madin sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah. Shofa