Kamis, 02 Agustus 2018

RESPON CEPAT DAN TANGGAP DARI SANG PEMIMPIN (Bagian 3 Terakhir)


Kediri- Tentu tidak menafikan peran besar pengurus harian yang lain , atas proses pencalegan ini, Ketua LP2 Drs. H. Khoerul Anam Zaelani, yang akrab disapa Pak Nani. Mas Arif Priambodo, Mas Asmunir, Mas Ulul Albab, dan seluruh PH DPC lainnya atas kontribusi besarnya dalam proses pencalegan ini, selain yang telah disebut.

Hari ini saya, Nurus Shofa, Sekretaris DPC PPP Kab. Kediri, Mengangkat topi setinggi-tingginya atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas kawan-kawan semua.  Mulai dari proses awal sampai hari terakhir proses pencalegan, saya ikut terus mengawal dan memantau semua perkembangan yang ada. Banyak kendala dan tantangan yang dihadapi.

Adalah Ketua DPC PPP Kab. Kediri Taufik Chavifudin, SE, MM tokoh sentral yang tidak hanya berbicara dalam tataran konsep dan adu argument, tapi langsung terjun ke lapangan, berlarian untuk mengambil peluang. Di jam 18.00 WIB tanggal 31 Juli 2018 atau hari terakhir perbaikan berkas bacaleg, ada kabar kurang mengenakan, berkas SKCK milik Bapak H. mohammad Tohri caleg dapil 1 hilang di polres pare. Tentu ini sangat mengagetkan, dalam proses verifikasi caleg, SKCK adalah persyaratan wajib bagi bacaleg disamping persyaratan-persyaratan yang lain.dan hilangnya berkas pak Tohri ini tentu sangat memusingkan dan bisa berakibat gagalnya pencalonan, beberapa kali saya komunikasi dengan sat intel polres pak Gema, minta bantuan bagaimana agar SKCKnya pak Tohri ini bisa di terbitkan. Tapi sekali lagi dari polres bergeming, SKCK tidak bisa di proses karena berkasnya tidak ada. Jrett…  langsung permasalahan ini saya limpahkan ke pak taufik, alhamdulilah berkat komunikasi dan lobi tingkat tinggi beliau, dengan melibatkan langsung Kasat Intel Polres Pare, SKCK pak Tohri dapat diterbitkan.

Ternyata permasalahan tidak berhenti di sini, Proses Pengunduran diri Caleg Ir. H. Setyo Budhi, MM dari Keanggotaan DPRD dari PBB juga mengalami kendala, Ketua DPRD H. Sulkani dan Pak Setwan tidak ada di tempat, padahal berkas harus ada tanda tangannya. Pak budhi yang pada pemilu 2019 ini berangkat lewat PPP Kab. Kediri harus merelakan kursi dewannya yang masih 1 tahun untuk di serahkan kepada orang lain demi nyaleg lewat PPP. Sekali lagi kepiwaian ketua DPC teruji, Surat yang ditandatangani Ketua DPRD berhasil di dapat tepat jam 19.00 WIB.

Semua berkas perbaikan harus di input lewat SILON aplikasi yang di ciptakan KPU Pusat. Tanpa lewat SILON semua pencalonan dianggap tidak ada. Jadi peran silon ini menjadi sangat vital karena sebagai pintu proses pencalegan selain berkas-berkas hardcopy yang di serahkan KPU. Jadi selama berkas belum lengkap maka tidak ada yang bisa diinput disilon dan keduanya harus sesuai.
Tepat jam 22.00 WIB ada 15 pengurus PPP mulai berangkat ke KPUD Kab. Kediri, yang sebelumnya dilakukan do’a bersama di Kantor DPC dengan harapan semua bisa berjalan dengan lancar dan senantiasa dinaungi keberkahan. Jam 22.20 WIB sampai di KPUD setelah menandatangi buku tamu dan sedikit komunikasi dengan komisioner KPUD, dari hasil komunikasi ini permasalan baru muncul lagi, berkas ibu Sunarti Caleg Dapil 6 dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS). Sesuai dengan PKPU 20 tahun 2018 maka apabila kuota 30% perempuan tidak terpenuhi maka bisa menggugurkan seluruh caleg di dapil tersebut. Jret….. bagai di palu godam, terjadi kesalahpahaman dalam menerima informasi. Waktu tinggal 1 jam 20 menit. Tepat pukul 00.00 WIB aplikasi SILON di tutup. Berkas milik sunarti kurang SKCK, dan surat dari pengadilan, sesuatu yang secara logika tidak mungkin bisa dipenuhi mengingat waktu hanya kurang dari 2 jam saja dan itu tengah malam.

Tetapi Takdir berkehendak lain, Allah SWT membuka jalan. Pak taufik bergerak cepat, langsung berkomunikasi dengan Sat Intel Polresta Kediri, karena memang caleg berdomisili di wilayah barat sungai. Kepada pak Paulin Sat Intel Polresta Kediri minta dibantu untuk menerbitkan SKCK atas nama Sunarti hanya berbekal foto KTP yang dikirim via WA, Alhamdulillah pak paulin bersedia membantu, seakan dikejar hantu, mobil yang berisi saya dan pak taufik meluncur ke Polresta untuk menemui Pak paulin, saya terus berkomunikasi dengan pak nani dan pak arif juga yang lain yang masih menunggu di sekretariat KPUD. Sampai di Polreta kami berlari menuju ruangan pak paulin untuk proses penerbitan SKCK. Dan masih berkomunikasi dengan pak agus yang dari pengadilan, sekali lagi minta bantuan agar Surat bebas Pidana atas nama Sunarti bisa diterbitkan juga. Alhamdulillah Pak agus bersedia membantu. Pukul 23.20 SKCK selesai langsung di foto dan dikirim ke mas arif yang masih standbay di KPUD, sambil menelfon pak Nani dan Pak Ulul untuk meluncur ke kepangadilan mengambil surat bebas pidana. Kami meluncur lagi ke KPUD tepat pukul 23.45 WIB, seluruh berkas bu Sunarti saya Upload di Silon, masih butuh proses convert dari Jpeg ke PDF, karena memang silon tidak menerima file Jpeg dan harus PDF. Proses Upload selesai pukul 23. 57. WIB dan tepat pukul  23.58 WIB data di silon bisa di Submit. Artinya kurang dari 2 detik dari jam yang di tentukan pukul 00.00 WIB silon di tutup.dan ketika silon ditutup maka seluruh caleg PPP di kab. Kediri tidak bisa didaftarkan sebagai peserta kontestasi di pemilu 2019. Proses di silon selesai.saya dan teman-teman menitikan air mata melihat proses ini. Dan Alhamdulillah atas kehendak Allah SWT  semua caleg bisa terselamatkan lewat aplikasi silon.

Permasalahan silon sudah selesai, tinggal vrifikasi berkas oleh KPUD, sekali lagi ternyata kekurangan berkas milik sunarti tidak hanya di SKCK dan pengadilan saja, berkas ijazah SLTAnya ternyata belum ada legalisirnya. Jret…

Legalisir Ijazah SLTA… permasalahan baru muncul…kemana mencari legalisir Ijazah? Pertanyaan yang menghinggapi kami semua, tidak ada cara lain kecuali mendatangi rumahnya bu SUnarti yang ada di Ds. Kedak Semen. Karena Hpnya sudah tidak bisa dihubungi, kami bagi tugas, Pak Nani, Mas Arif, Mas Munir mengawal proses Verifikasi yang laksanakan oleh tim KPUD, Saya Pak Taufik dan Mas Ulul sekali lagi melaju kencang meluncur ke kedak semen, setelah  proses hampir 2 Jam legalisir Ijazah milik bu Sunarti di dapat. Tepat pukul 03.00 WIB dini hari semua berkas terpenuhi, 

subhanallah kami semua sujud syukur, berpelukan, hal ini tidak mungkin bisa terjadi kalau tidak ada kesigapan dari seorang pemimpin, dan tentu Kuasa Allah SWT. Menjadi penentu atas semua pemasalahan atas makhluknya.

Subhanallah. Pukul 04.00 Wib kami semua meninggalkan halaman KPUD Kabupaten Kediri, dengan perasaan haru dan bahagia. Akhirnya semua permasalah dapat selesai, dan semoga ini menjadi pertanda akan kebesaran PPP kedepan. Amin. Amin.amin *red*

RESPON CEPAT DAN TANGGAP DARI SANG PEMIMPIN (Bagian 2)


Kediri-  Adalah dapil 3 (Kandangan, Kepung, Puncu). Nama Mbah Jono (Sudjono) tentu tidak asing bagi keluarga besar PPP Kabupaten Kediri, Tokoh senior  yang usianya sudah sepuh, tetapi kalau ngomong semangat, kita patut malu kepada beliau. Aspal yang terjal  Kandangan – Kediri seakan menjadi makanan sehari-hari baginya diwaktu mulai proses pencalegkan samapai akhir masa perbaikan. Bahkan ikut begadang sampai subuh di KPUD Kab. Kediri.

Dapil 3 diawal proses pencalegan bisa dikatakan zonk, karena tidak ada satupun caleg yang bersedia mendaftar di dapil 3 ini sampai menjelang akhir pendaftaran. Melihat hal ini mbah jono sapaan akrab beliau, merasa gusar dan galau, dapil 3 yang pada pemilu-pemilu sebelumnya sebagai lumbung suara PPP, kok bisa di pemilu ini tidak ada satupun caleg yang bersedia mendaftar. Maka ditemani dengan pak H. Khoirul Umam yang juga senior partai, terus bergerilya, ada ultimatum menarik dari beliau seluruh ketua dan sekretaris PAC maupun PH yang berada di dapil 3 harus nyaleg titik,tidak boleh tidak.

Maka demikianlah, dengan respon cepat dan tanggap akhirnya dengan segala upaya beliau berdua mendatangi seluruh PAC dan PH untuk maju dalam kontestasi pemilu 2009. Alhamdulillah upayanya berasil, ketua PAC sendiko dawuh dengan ucapan beliau.  Dapil 3 yang sebelumnya tidak ada calon satupun akhirnya terpenuhi  dengan kuota  caleg.

Ternyata tidak hanya sampai disitu, Ibu Umi Koriyah yang nota bene berdomisili di dapil 2 ikut memberi kontribusi yang luar bisa, di akhir pendaftaran, Ada caleg perempuan potensial menhadap beliau menanyakan apakah dapil 3 masih ada slot caleg yang kosong? Setelah kordinasi dengan DPC maka sangat sayang kalau caleg ini harus lepas. Maka dengan berbagai pertimbangan yang matang maka di putuskan caleg ini harus masuk,  Alhamdulillah akhirnya ibu Khisna Azizah, M.I.Kom, ini masuk dalam slot caleg di dapil 3.

Tentu ini akan menjadi kekuatan yang besar khususnya di dapil 3, insyaallah akan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi kebesaran PPP di Wilayah Timur Kediri ini.
Dan nama-nama beliau akan terpatri dalam sejarah PPP Kabupaten Kediri *red* (bersambung ke bagian 3)

RESPON CEPAT DAN TANGGAP DARI SANG PEMIMPIN (bagian 1)


Kediri- Proses pemberkasan perbaikan caleg PPP Kabupaten Kediri, Alhamdulillah sudah terselesaikan dengan baik, berkat kekompakan dan kerja keras keluarga besar DPC PPP Kabupaten Kediri, Ternyata dibalik kesuksesan ini bukan tidak ada cerita, banyak hal yang terjadi pasca pendaftaran Daftar Caleg Sementara (DCS) tanggal 4 s.d 17 Juli 2018.  Caleg-caleg potensial yang sebelumnya menyatakan siap bergabung dengan PPP tiba-tiba menyatakan mundur dan mencabut berkasnya, katakanlah di Dapil 1, Dapil 3 dan dapil 4, dan itu terjadi di waktu injury time, suatu keputusan yang akan berdampak besar bagi kelangsungan pencalegan.

Melihat hal ini, Salah satu PH DPC PPP Kab. Kediri yang juga caleg dapil 4 Mas Ali Sadikin cepat tanggap, karena keputusan mundur ini ternyata mempengaruhi 30% kuota perempuan khususnya di dapil 4. Mas Ali Panggilan akrabnya langsung melobi kolega perempuannya mbak Imroatus Hasanah salah satu Dosen Tetap Non PNS IAIN Kediri untuk ikut bergabung didapil 4, Alhamdulillah beliau bersedia, proses pemberkasan dilaksanakan super cepat mulai dari surat PPS, surat Bebas Narkoba, Sehat Jasmani dan Rohani serta SKCK sampai surat dari pengadilan. Setelah semua pemberkasan selesai ternyata ada kendala dari sang caleg pengganti terutama di status pekerjaannya, yaitu Sebagai Dosen Tetap Non PNS, dan ternyata itu dilarang oleh UU Pemilu. Kejadian ini tentu sangat memukul, tapi sekali lagi Allah masih sayang sama kita, di hari yang sama pasca ditolaknya pencalegan mbak Imroatul Hasanah. Ada nama Niswatun Nadhifah salah satu caleh perempuan sebagai sang penyelamat di dapil 4. Proses pemberkasannyapun dilakukan dengan super cepat dan Alhamdulillah selesai di hari itu juga, sekali lagi Peran Mas Ali Sadikin patut dacungi jempol yang terus mengawal pemberkasannya sampai selesai.

Kehadiran mbak Niswatun Nadhifah ini disambut suka cita, selain wajahnya yang ayu, ternyata kehadinya sebagai caleg perempuan yang terdaftar di dapil 4 dan di waktu injury time patut diperhitungkan, karena dia tidak mau hanya sebagai caleg papan nama,  dia akan berjuang All out untuk meraih kursi di legislatif, dengan falsafah “ Dengan kerja keras, ikhtiar tiada henti, maka takdir Allah SWT akan menyertai usahanya”. Maka tentu bagi caleg lain di dapil 4 ini akan jadi blunder kalau mau menyepelekan sepak terjangnya.

Sekali lagi peran sang pemimpin ini harus kita apresiasi yang sebesar-besarnya semoga senantiasa dinaungi keberkahan. *red* (bersambung bagian 2)

Selasa, 24 Juli 2018

Arif Priambodo pilih PPP sebagai kendaraan politiknya

KEDIRI- Nama Arif Priambodo tentu tidak asing bagi kaum pergerakan di kabupaten Kediri, khususnya di naungan NU, aktifis Ansor yang menjabat sebagai sekretaris Kaderisasi Ansor Kab Kediri yang juga pernah menjabat pengurus IPNU Wilayah Jawa Timur, Berbagai kegiatan ansor tidak lepas dari gagasan dan idenya, dan untuk mempertajam insting politiknya dengan mengucap bismillahi tawakaltu 'alallah dia mendaftar caleg DPRD kab. Kediri dapil 2 (Purwoasri, Kunjang, Plemahan, Badas dan Pare) dari PPP.

Dalam ranah politik dia terkenal piawai dalam memainkan peran, dibuktikan pernah menduduki kursi sekretaris DPC PPP  dan hari inipun namanya masih tercantum dalam struktur kepengurusan DPC PPP Kab. Kediri sebagai wakil Sekretaris masa khidmat 2016-2021.

" kader NU harus punya kepedulian yang tunggi terhadap politik, agar kedepan NU bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat" ujarnya dengan penuh semangat.

Arif Priambodo menargetkan paling nggak untuk wilayah plemahan, kunjang dan Badas dapat dia kuasai secara mayoritas 80% karena ibarat wilayah inilah tanah leluhurnya.
dan ini bukan hanya itung-itungan di atas kertas saja melainkan sudah menjadi gerakan dan itu akan terus bergerak sampai pada puncaknya  april 2019 nanti. *Red*

Senin, 23 Juli 2018

PPP Kab. Kediri Berangkatkan 47 Kader terbaiknya di pemilu 2019


Kediri- Konstelasi Pemilu 2019 sudah mulai  meski waktunya masih 1 tahun lagi, 
16 partai yang bertarung merebutkan 50 kursi legislatif di kabupaten Kediri sudah memulai tahapan pemilu yang sudah di tetapkan KPU mulai pendafatran dan masa perbaikan kelengkapan berkas sebelum nanti ditetapkan sebagai Daftar Caleg Tetap (DCT), masing-masing partai politik sudah menyetorkan nama-nama calegnya yang akan bertarung di masing-masing dapil di kabupaten Kediri. Begitu pula dengan Partai Persatuan Pembanguna  (PPP). Melalui sekretaris DPC PPP Kab. Kediri Nurus Shofa, SE mengatakan bahwa PPP Kab. Kediri memeberangkatkan 47 kader terbaiknya dari berbagai latar belakang profesi.

"PPP Kab Kediri, Alhamdulillah sudah mendaftarkan 47 Kader terbaiknya ke KPUD Kab. Kediri untuk bertarung dalam konstalasi politik 2019, baik dari kader internal maupun eksternal, ada yang berlatar belakang dosen, guru, pengusaha maupun olahragawan" paparnya di kantor DPC PPP.

PPP sebagai partai yang sudah mempunyai pengalaman 10 kali dalam perhelatan pemilu di indonesia menargetkan 1 fraksi di DPRD Kab. Kediri atau minimal 4 Kursi
 Dan bidikannya adalah kaum milenial sebagaimana yang selama ini di gaungkan oleh ketua umum PPP Ir. H. Rohamurmuziy, MT. Yang juga sebagai ketua umum partai politik termuda di Indonesia. Shofa

Minggu, 22 Juli 2018

Legenda lapangan hijau Budi Sudarsono Nyaleg Lewat PPP Kab Kediri

Budi Sudarsono, mantan penyerang tim nasional Indonesia dan sejumlah klub besar Indonesia, maju ke Pemilu Legislatif 2019 untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Kediri, bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Bergabungnya Budi Sudarsono sebagai calon legislatif (Caleg) di partai tersebut disambut positif oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi, dalam keterangannya dikuti dari Tribunnews.
“Alhamdulillah PPP terus diminati oleh para caleg terutama dari eksternal. Tidak hanya di tingkat pusat tapi juga di daerah. Salah satunya yang bergabung adalah mantan pemain timnas Budi Sudarsono yang maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Kediri dapil II,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Awiek itu juga menambahkan, dengan bergabungnya Budi Sudarsono yang sangat tenar sebagai mantan pesepak bola nasional, itu menunjukkan bahwa performa PPP bagus, dan bisa mendongkrak perolehan suara di Kabupaten Kediri.
Budi Sudarsono semasa aktif bermain dikenal sebagai penyerang yang lihai berkelit dari penjagaan bek lawan. Oleh karena itulah ia mendapat sebutan Si Ular Piton, dan rekam jejak kariernya dihiasi deretan klub besar yang pernah dibelanya.
Tercatat ada Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC pernah dibelanya di kasta tertinggi sepak bola nasional. Sementara itu untuk tim luar negeri, Budi Sudarsono pernah membela PDRM Fa di Liga Malaysia pada 2007.
Prestasi terbaik Budi Sudarsono sebagai pemain adalah membawa Persija Jakarta juara Liga Indonesia tahun 2001, kemudian menjuarai Copa Indonesia bersama Sririjaya FC di musim 2008/2009. Kemudian di tim nasional, pria kelahiran Kediri 38 tahun silam ini mencatatkan 46 penampilan dan 16 gol.
Usai gantung sepatu sebagai pemain, profesi Budi Sudarsono kemudian beralih ke pinggir lapangan. Posisi asisten pelatih Kalteng Putra pernah dijabatnya, dilanjutkan dengan menjadi direktur teknik tim asal Pemalang, Kuta FC.
Dengan statusnya sebagai caleg PPP, Budi Sudarsono mengikuti jejak legenda sepak bola yang terjun ke dunia politik. Di Eropa, Afrika, dan Brasil ada Andriy Shevchenko, Kakhaber Kaladze, George Weah, Pele, dan Zico, sedangkan di sepak bola nasional ada Markus Haris Maulana yang menjadi Kader Partai Perindo.

Intelektualitas Prima sang Romahurmuziy

Pendaftaran pilpres 2019 kurang sebulan lagi, masyarakat Indonesia menanti dan menunggu calon yang akan maju bertarung untuk memperebutkan orang nomor satu dan dua di Indonesia. Calon petahana Joko Widodo dipastikan akan maju lagi untuk meneruskan agenda pembangunan yang masih berjalan. Sementara itu, pesaing Jokowi dalam pilpres 2019 masih samar belum diumumkan kepada publik.
Di masa gegap gempita soal siapa saja yang akan menjadi calon pemimpin negeri ini, ada tokoh politik yang menarik perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir ini, tokoh itu adalah M. Romahurmuziy Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Romahurmuziy dalam beberapa bulan belakangan sangat dekat dan intens berkomunikasi dengan Jokowi, bahkan Rommy adalah orang yang dipersilakan Jokowi untuk mengumumkan kepada publik 10 bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Beberapa pandangan dan penilaian dialamatkan pada sosok yang dalam beberapa penampilannya banyak memunculkan gagasan dan ide solutif dalam mengurai tantangan-tantangan Indonesia ke depan.
Bahkan namanya masuk dalam 10 bakal calon wakil presiden yang dikantongi Jokowi. Secara rekam jejak, Rommy memang terbilang sangat sedikit tampil di panggung politik Indonesia. Namun perlu dicatat dengan baik, Rommy dengan kemampuan dan langkah strategisnya secara cepat mampu menjadi perhatian nasional dengan tampil di banyak acara televisi. Dalam banyak acara televisi itu, Rommy mampu mewacanakan nasionalis-agamis,  mewacanakan revolusi industri 4.0, dan dapat memberikan argumentasi yang mumpuni soal politik identitas dan terorisme.
Jokowi dalam pidato saat acara Munas Alim Ulama PPP mengatakan Romahurmuziy adalah sosok santri, muda, dan intelektual. Dia menambahkan bahwa penilaian itu muncul dari hati yang paling dalam saat ditanya untuk menggambarkan sosok Romahurmuziy
“Mendengar apa yang disampaikan beliau (baca: Romahurmuziy) tadi yang lebih dari 1 jam menunjukkan intelektualitas yang sangat prima” cuplikan pidato Jokowi, (14/4/2018).
Romahurmuziy adalah tokoh politik yang muncul setelah badai konflik internal PPP dari 2014, Rommy secara sah menjadi Ketua Umum PPP setelah ada putusan Mahkamah Agung. Di umur 43 tahun, Romahurmuziy menjadi ketua umum partai politik termuda, dan diharapkan bisa mengisi sosok pemimpin muda Indonesia di masa depan.
Rommy selalu memberikan semangat kepada kawan-kawan dan para kader untuk terus optimis. “Seluruh cobaan yang tidak menghancurkanmu, akan menguatkanmu”, kata Rommy.
Menanggapi kesiapannya dalam membawa PPP mengarungi pemilihan umum, Rommy sangat percaya diri dengan modal semangat generasi muda yang dimilikinya mampu menarik suara generasi milenial. Keyakinannya itu didasarkan data bahwa di tahun 2019, 39 persen pemilih nasional berumur di bawah 40 tahun.
PPP sejak dinahkodai Romahurmuziy terlihat mulai punya warna dan langkah atau strategi politik yang baik. Romahurmuziy membuktikan PPP masih punya taji, di pilkada serentak 2018 PPP mampu menyapu bersih Jawa dengan menempatkan kadernya sebagai gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Buku-buku Bacaan Gus Rommy Yang Recommended Buat Kalian Para Kutu Buku

Banyak sudah kata-kata mutiara nan bijak dapat kita temukan di sampul buku, mulai yang paling model definisi, seperti “Buku Adalah Jendela Dunia”, “Buku Adalah Mercusuar yang Berdiri di Tepi Samudra Waktu yang Luas”, “Buku Lama Adalah Buku Baru Bagi Mereka yang Belum Membacanya”, atau model pengandaian, “Sebuah Buku Ibarat Taman Bunga yang Dibawa Dalam Kantong”, sampai motivasi yang inovatif nan revolusioner seperti “Pakai Baju Lama dan Beli Buku Baru”. Indonesia tak perlu menunggu tahun 2050 untuk menjadi negara maju, jika para generasi penerusnya mengamalkan kata bijak ini.
Gak ada alasan buat kalian bilang “Baca buku itu berat, biar aku saja”. Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan orang yang tidak mau membaca kecuali malas. Sekedar tips saja buat kalian yang belajar membaca (maksudnya  membiasakan membaca), yaitu mulailah dengan bacaan dari tema-tema yang kalian sukai. Roman, anak muda, atau bagi kalian yang Muslim-Muslimah dan muda, bisa mulai dengan membaca buku “Udah Putusin Saja” karya Ustaz Felix Siauw yang katanya bestseller. Buku-buku bacaan Gus Rommy juga cocok buat kalian semua. Apa saja sih buku bacaan Gus Rommy?
Tafsir al-Misbah
Tafsir al-Misbah ditulis oleh M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah menghimpun lebih dari 10.000 halaman yang memuat kajian tafsir Al-Quran yang ditulis oleh M. Quraish Shihab, ahli tafsir Al-Quran, alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo (Mesir).
Fath al-Bari
Lebih lengkapnya berjudul “Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari” adalah Kitab yang sangat penting kedudukannya pada kalangan Ahlussunnah yang dikarang oleh al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani. Kitab ini sangat masyhur dan telah dijadikan rujukan oleh kaum Muslimin baik di  kalangan santri maupun muslim awam.
Kekerasan dan Politik Identitas
“Kekerasan dan Politik Identitas” adalah buku alih bahasa yang ditulis oleh Amartya Sen berjudul “Identity and Violence: The Illusion of Destiny”.
Roman Sejarah
Informasi Gus Rommy suka baca buku roman sejarah bisa dilihat di profil twitter M. Romahurmuziy. Judulnya bisa ditanyain langsung. Roman sejarah sejauh yang kutahu dan terpopuler di Indonesia adalah buku tetralogi Pramoedya Ananta Toer, atau Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Abdul Malik Karim Amrullah. Iya, Romeo-Juliet di Eropa, Qais-Layla di Timur Tengah, Mandra-Munaroh di Betawi, itu juga bisa masuk kisah roman. Kalian juga bisa nulis kisah roman yang epik, dengan formula nama huruf terakhirnya memakai konsonan dan vocal misal Galih-Ratna.