Kediri – Eksploitasi terhadap perempuan dan kekerasan
seksual terhadap remaja terus meningkat dan menjadi perhatian. Kondisi ini
diperparah oleh korban, bahwa apa yang telah dilakukan tidak disadarinya,
sehingga perlu ada pemahaman, pendekatan dan perhatian yang lebih dari
masyarakat sekitar.
Itulah kesimpulan dari seminar
yang diadakan di kampus STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri yang di hadiri oleh
Dr. KH Husein Muhammad sebagai narasumbernya, yang juga merupakan pendiri dari
LSM Rahima juga salah satu mantan komisioner Komisi Nasional anti kekerasan
terhadap perempuan tahun 2008. Seminar yang dihadiri tidak kurang dari 200
peserta, terdiri dari unsur pimpinan STAI Badrus Sholeh, Mahasiswa dan siswa MA
Al-Hikmah tampak antusias mendengarkan paparan yang di sampaikan oleh Dr. KH
Husein Muhammad, terlebih ketika Dr. Husein membuka season dioalog.
Menurut Binti muliati salah satu
dosen STAI Badrus Sholeh, kegiatan semacam ini perlu sering dilakukan, agar
membuka cakrawala keilmuan bagi seluruh mahasiswa.”mudah-mudahan dengan
dilaksanakan seminar semacam kedepannya akan semakin banyak yang peduli
terhadap nasib perempuan”. Ungkap Binti salah satu Dosen STAI Badrus Sholeh
Dalam paparannya Kyai Husein
Muhammad mengatakan bahwa eksploitasi terhadap perempuan dan kekerasan terhadap
remaja sudah sangat memprihatinkan, banyaknya pekerja seks komersial,
traficing, yang kadang tidak disadarinya sendiri bagi korbanya.
Kyai Husein juga menyinggung isu
hangat akhir-akhir ini terkait dengan digelarnya konggres Poligami Sakinah
Group ( PSG ) atau Jamaah Ta’adud sakinah yang diselenggarakan di mojokerto.
“Poligami Sakinah Group (PSG) merupakan upaya pembodohan terhadap masyarakat”.
Ujar Kyai Husein.
Lebih lanjut beliau mengatakan
bahwa selama ini mereka menggunakan dalil untuk mengangkat harkat dan martabat
wanita, itu hanya upaya pembenaran langkah yang dilakukan, “ Ingat wanita yang dimadu secara psikis tidak
pernah menerima, kalaupun mereka menerima itu karena beban ekonomi dan
ketergantungan terhadap laki-laki” tambahnya.
Untuk itu, lanjutnya ia berharap
ada kartini-kartini baru yang mandiri, kuat, dan berani membela kepentingan
perempuan, ia juga sangat mengapresiasi Ibu Dr. Noer Chalida Badrus yang
mengangkat tema perempuan dalam disertasinya doktoralnya. ” Banyak tokoh-tokoh
perempuan yang berhasil menjadi seorang pemimpin, seperti Siti Aisyah R.A, yang
kecerdasanya melampaui kecerdasan laki-laki” pungkas kyai feminisme yang aktif
menulis terkait dengan perempuan dalam buku-bukunya maupun dalam diskusi lainya
yang juga sebagai alumni pondok pesantren lirboyo Kediri ini.
Ketua STAI Badrus Sholeh Lilik
Noer Chalida Badrus mengatakan bahwa mahasiswa perlu mendapat pencerahan untuk
menambah wawasan keilmuan dari orang sekaliber Kyai Husein Muhammad. “ kita
berharap bahwa kegitan-kegiatan ilmiah berupa seminar dan diskusi seperti ini
akan terus menjadi budaya dilingkungan kampus” ujarnya. Ketua STAI Badrus
Sholeh yang juga merupakan Doktor dari UIN Sunan Ampel ini mengapresiasi
pemikiran-pemikiran Kyai Husein tentang perlindungan terhadap perempuan.( Shof)
