Senin, 23 Juli 2018

PPP Kab. Kediri Berangkatkan 47 Kader terbaiknya di pemilu 2019


Kediri- Konstelasi Pemilu 2019 sudah mulai  meski waktunya masih 1 tahun lagi, 
16 partai yang bertarung merebutkan 50 kursi legislatif di kabupaten Kediri sudah memulai tahapan pemilu yang sudah di tetapkan KPU mulai pendafatran dan masa perbaikan kelengkapan berkas sebelum nanti ditetapkan sebagai Daftar Caleg Tetap (DCT), masing-masing partai politik sudah menyetorkan nama-nama calegnya yang akan bertarung di masing-masing dapil di kabupaten Kediri. Begitu pula dengan Partai Persatuan Pembanguna  (PPP). Melalui sekretaris DPC PPP Kab. Kediri Nurus Shofa, SE mengatakan bahwa PPP Kab. Kediri memeberangkatkan 47 kader terbaiknya dari berbagai latar belakang profesi.

"PPP Kab Kediri, Alhamdulillah sudah mendaftarkan 47 Kader terbaiknya ke KPUD Kab. Kediri untuk bertarung dalam konstalasi politik 2019, baik dari kader internal maupun eksternal, ada yang berlatar belakang dosen, guru, pengusaha maupun olahragawan" paparnya di kantor DPC PPP.

PPP sebagai partai yang sudah mempunyai pengalaman 10 kali dalam perhelatan pemilu di indonesia menargetkan 1 fraksi di DPRD Kab. Kediri atau minimal 4 Kursi
 Dan bidikannya adalah kaum milenial sebagaimana yang selama ini di gaungkan oleh ketua umum PPP Ir. H. Rohamurmuziy, MT. Yang juga sebagai ketua umum partai politik termuda di Indonesia. Shofa

Minggu, 22 Juli 2018

Legenda lapangan hijau Budi Sudarsono Nyaleg Lewat PPP Kab Kediri

Budi Sudarsono, mantan penyerang tim nasional Indonesia dan sejumlah klub besar Indonesia, maju ke Pemilu Legislatif 2019 untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Kediri, bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Bergabungnya Budi Sudarsono sebagai calon legislatif (Caleg) di partai tersebut disambut positif oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP, Achmad Baidowi, dalam keterangannya dikuti dari Tribunnews.
“Alhamdulillah PPP terus diminati oleh para caleg terutama dari eksternal. Tidak hanya di tingkat pusat tapi juga di daerah. Salah satunya yang bergabung adalah mantan pemain timnas Budi Sudarsono yang maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Kediri dapil II,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Awiek itu juga menambahkan, dengan bergabungnya Budi Sudarsono yang sangat tenar sebagai mantan pesepak bola nasional, itu menunjukkan bahwa performa PPP bagus, dan bisa mendongkrak perolehan suara di Kabupaten Kediri.
Budi Sudarsono semasa aktif bermain dikenal sebagai penyerang yang lihai berkelit dari penjagaan bek lawan. Oleh karena itulah ia mendapat sebutan Si Ular Piton, dan rekam jejak kariernya dihiasi deretan klub besar yang pernah dibelanya.
Tercatat ada Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persik Kediri, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC pernah dibelanya di kasta tertinggi sepak bola nasional. Sementara itu untuk tim luar negeri, Budi Sudarsono pernah membela PDRM Fa di Liga Malaysia pada 2007.
Prestasi terbaik Budi Sudarsono sebagai pemain adalah membawa Persija Jakarta juara Liga Indonesia tahun 2001, kemudian menjuarai Copa Indonesia bersama Sririjaya FC di musim 2008/2009. Kemudian di tim nasional, pria kelahiran Kediri 38 tahun silam ini mencatatkan 46 penampilan dan 16 gol.
Usai gantung sepatu sebagai pemain, profesi Budi Sudarsono kemudian beralih ke pinggir lapangan. Posisi asisten pelatih Kalteng Putra pernah dijabatnya, dilanjutkan dengan menjadi direktur teknik tim asal Pemalang, Kuta FC.
Dengan statusnya sebagai caleg PPP, Budi Sudarsono mengikuti jejak legenda sepak bola yang terjun ke dunia politik. Di Eropa, Afrika, dan Brasil ada Andriy Shevchenko, Kakhaber Kaladze, George Weah, Pele, dan Zico, sedangkan di sepak bola nasional ada Markus Haris Maulana yang menjadi Kader Partai Perindo.

Intelektualitas Prima sang Romahurmuziy

Pendaftaran pilpres 2019 kurang sebulan lagi, masyarakat Indonesia menanti dan menunggu calon yang akan maju bertarung untuk memperebutkan orang nomor satu dan dua di Indonesia. Calon petahana Joko Widodo dipastikan akan maju lagi untuk meneruskan agenda pembangunan yang masih berjalan. Sementara itu, pesaing Jokowi dalam pilpres 2019 masih samar belum diumumkan kepada publik.
Di masa gegap gempita soal siapa saja yang akan menjadi calon pemimpin negeri ini, ada tokoh politik yang menarik perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir ini, tokoh itu adalah M. Romahurmuziy Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Romahurmuziy dalam beberapa bulan belakangan sangat dekat dan intens berkomunikasi dengan Jokowi, bahkan Rommy adalah orang yang dipersilakan Jokowi untuk mengumumkan kepada publik 10 bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Beberapa pandangan dan penilaian dialamatkan pada sosok yang dalam beberapa penampilannya banyak memunculkan gagasan dan ide solutif dalam mengurai tantangan-tantangan Indonesia ke depan.
Bahkan namanya masuk dalam 10 bakal calon wakil presiden yang dikantongi Jokowi. Secara rekam jejak, Rommy memang terbilang sangat sedikit tampil di panggung politik Indonesia. Namun perlu dicatat dengan baik, Rommy dengan kemampuan dan langkah strategisnya secara cepat mampu menjadi perhatian nasional dengan tampil di banyak acara televisi. Dalam banyak acara televisi itu, Rommy mampu mewacanakan nasionalis-agamis,  mewacanakan revolusi industri 4.0, dan dapat memberikan argumentasi yang mumpuni soal politik identitas dan terorisme.
Jokowi dalam pidato saat acara Munas Alim Ulama PPP mengatakan Romahurmuziy adalah sosok santri, muda, dan intelektual. Dia menambahkan bahwa penilaian itu muncul dari hati yang paling dalam saat ditanya untuk menggambarkan sosok Romahurmuziy
“Mendengar apa yang disampaikan beliau (baca: Romahurmuziy) tadi yang lebih dari 1 jam menunjukkan intelektualitas yang sangat prima” cuplikan pidato Jokowi, (14/4/2018).
Romahurmuziy adalah tokoh politik yang muncul setelah badai konflik internal PPP dari 2014, Rommy secara sah menjadi Ketua Umum PPP setelah ada putusan Mahkamah Agung. Di umur 43 tahun, Romahurmuziy menjadi ketua umum partai politik termuda, dan diharapkan bisa mengisi sosok pemimpin muda Indonesia di masa depan.
Rommy selalu memberikan semangat kepada kawan-kawan dan para kader untuk terus optimis. “Seluruh cobaan yang tidak menghancurkanmu, akan menguatkanmu”, kata Rommy.
Menanggapi kesiapannya dalam membawa PPP mengarungi pemilihan umum, Rommy sangat percaya diri dengan modal semangat generasi muda yang dimilikinya mampu menarik suara generasi milenial. Keyakinannya itu didasarkan data bahwa di tahun 2019, 39 persen pemilih nasional berumur di bawah 40 tahun.
PPP sejak dinahkodai Romahurmuziy terlihat mulai punya warna dan langkah atau strategi politik yang baik. Romahurmuziy membuktikan PPP masih punya taji, di pilkada serentak 2018 PPP mampu menyapu bersih Jawa dengan menempatkan kadernya sebagai gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Buku-buku Bacaan Gus Rommy Yang Recommended Buat Kalian Para Kutu Buku

Banyak sudah kata-kata mutiara nan bijak dapat kita temukan di sampul buku, mulai yang paling model definisi, seperti “Buku Adalah Jendela Dunia”, “Buku Adalah Mercusuar yang Berdiri di Tepi Samudra Waktu yang Luas”, “Buku Lama Adalah Buku Baru Bagi Mereka yang Belum Membacanya”, atau model pengandaian, “Sebuah Buku Ibarat Taman Bunga yang Dibawa Dalam Kantong”, sampai motivasi yang inovatif nan revolusioner seperti “Pakai Baju Lama dan Beli Buku Baru”. Indonesia tak perlu menunggu tahun 2050 untuk menjadi negara maju, jika para generasi penerusnya mengamalkan kata bijak ini.
Gak ada alasan buat kalian bilang “Baca buku itu berat, biar aku saja”. Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan orang yang tidak mau membaca kecuali malas. Sekedar tips saja buat kalian yang belajar membaca (maksudnya  membiasakan membaca), yaitu mulailah dengan bacaan dari tema-tema yang kalian sukai. Roman, anak muda, atau bagi kalian yang Muslim-Muslimah dan muda, bisa mulai dengan membaca buku “Udah Putusin Saja” karya Ustaz Felix Siauw yang katanya bestseller. Buku-buku bacaan Gus Rommy juga cocok buat kalian semua. Apa saja sih buku bacaan Gus Rommy?
Tafsir al-Misbah
Tafsir al-Misbah ditulis oleh M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah menghimpun lebih dari 10.000 halaman yang memuat kajian tafsir Al-Quran yang ditulis oleh M. Quraish Shihab, ahli tafsir Al-Quran, alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo (Mesir).
Fath al-Bari
Lebih lengkapnya berjudul “Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari” adalah Kitab yang sangat penting kedudukannya pada kalangan Ahlussunnah yang dikarang oleh al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani. Kitab ini sangat masyhur dan telah dijadikan rujukan oleh kaum Muslimin baik di  kalangan santri maupun muslim awam.
Kekerasan dan Politik Identitas
“Kekerasan dan Politik Identitas” adalah buku alih bahasa yang ditulis oleh Amartya Sen berjudul “Identity and Violence: The Illusion of Destiny”.
Roman Sejarah
Informasi Gus Rommy suka baca buku roman sejarah bisa dilihat di profil twitter M. Romahurmuziy. Judulnya bisa ditanyain langsung. Roman sejarah sejauh yang kutahu dan terpopuler di Indonesia adalah buku tetralogi Pramoedya Ananta Toer, atau Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Abdul Malik Karim Amrullah. Iya, Romeo-Juliet di Eropa, Qais-Layla di Timur Tengah, Mandra-Munaroh di Betawi, itu juga bisa masuk kisah roman. Kalian juga bisa nulis kisah roman yang epik, dengan formula nama huruf terakhirnya memakai konsonan dan vocal misal Galih-Ratna.

Rabu, 02 September 2015

STAI-BA PURWOASRI KEDIRI GELAR WISUDA PERDANA



Kediri-  Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh ( STAI-BA ) Purwoasri Kediri,  menggelar wisuda sarjana S1 ke -1 perhelatan besar yang digelar  di area Komplek Pondok pesantren Al-Hikmah Purwoasri Kediri Sabtu (22/8).
Acara dibuka oleh Ketua STAI-BA Dr. Hj. Noer Chalida Badrus, M.H.I, turut hadir dalam acara tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Al-hikmah dan Ketua Yayasan Pendidikan Al-Hikmah KH Zaimmudin Badrus Sholeh.
Sektretaris Kopertais4 Wilayah Surabaya Muhammad Nuril Huda, M.pd juga hadir dan memberikan sambutan. “ kami mengharapkan para wisudawan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama dibangku  perkuliahan untuk kepentingan masyarakat” Ujar Nurl huda.
Dalam wisuda kali ini STAI-BA telah meluluskan 41  wisudawan dari dua program studi yakni Pendidikan Bahasa Arab dan Ekonomi Syariah.
Alhamdulillah, ini wisuda perdana yang diselenggarakan  STAI-BA, setelah mendapat SK pendirian pada tahun 2010. Staiba berupaya untuk terus meningkatkan kualitasnya  baik SDM maupun fasilitasnya, sehingga masyarakat makin percaya dengan kampus STAIBA, dan insya Allah tahun 2016 Staiba akan meningkatkan statusnya dari STAI menjadi Institut, karena saat ini STAIBA sudah memiliki 6 prodi yakni, PBA, PGRA, PGMI, IAT ( Ilmu Qur’an dan Tafsir ), AS (Ahwal Al-Syakhsiyyah), dan ES ( Ekonomi Syariah) sebagai salah syarat untuk alih status ke institut” Ujar Noer Chalida dalam sambutannya.
Bu lilik panggilan akrap  Ketua STAI-BA juga mengatakan bahwa  pada tahun akademik 2015- 2016 ini staiba juga mendapatkan kepercayaan dari Gubernur Jawa Timur untuk menyelenggarakan  program beasiswa peningkatan kualitas guru  Madin, dan saat ini staiba masih menerima mahasiswa baru, baik regular maupun program beasiswa madin.
Acara tampak meriah dan khidmat yang dihadiri tidak kurang dari 700 undangan yang terdiri dari orang tua wali, kampus sekitar dan tokoh-tokoh masyarakat di sekitar kampus.
Moch. Ihyak Ulumudin mengatakan bahwa wisuda  ini berjalan lancar, “ kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika STAI-BA dan semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini, dan kami juga ucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan semoga ilmu yang telah didapat dapat bermanfaat” ujar Moch. Ihyak Ulumudin, Dosen STAI-BA yang juga ketua Panitia Wisuda ini.Red  shof

Rabu, 17 Juni 2015

Marhaban... Yaa... Ramadhan....

Kediri - Marhaban... Yaa... Ramadhan... memasuki bulan suci Ramadhan 1436 Hijriyah di malam pertama Sholat Tarawih Berjama'ah di masjid isti’dad Kolak Ngadiluwih  Kabupaten Kediri dipenuhi jama'ah umat islam Rabu malam (17/6/15’). Antusiasme yang besar dari umat islam dalam menyambut dan melaksanakan segala ibadah baik wajib maupun sunah di bulan suci ini dikarenakan Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh barokah, ampunan dan pahala berlipat ganda.
Sementara itu di warga kolak dan sekitarnya semarak  dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan sangat terasa antusias dan suka cita. Tepatnya di Masjid  isti’dad kolak wonorejo ngadiluwih, warga  berduyun- duyun memenuhi masjid jami’ di desa wonorejo ini.
Sholat tarowih 23 rokaat yang di imami oleh KH Mahbub Ismail ini, tampak khusuk dalam menjalankan ibadahnya, selesai sholat tarowih acara dilanjutkan dengan kirim do’a leluhur ( megengan bahasa jawa ) dan tadarus Al-Qur’an.
Sepanjang jalan di desa kolak wonorejo ini tampak sepi, masyarakat lebih mementingkan masuk masjid untuk beribadah di hari pertama ramadhan, daripada  melakukan aktivitas lain.

Salah satu jamaah mengatakan bahwa  ramadhan tahun ini tampak beda dengan tahun sebelumnya, “ ramadhan tahun ini tampak beda, ada nuansa religius yang sangat kental, mudah-mudahan ramadhan tahun ini dapat menaikan derajat ibadahnya” ungkapnya penuh harap. shofa

Selasa, 02 Juni 2015

STAI-BA Gelar Seminar dan Sosialisasi Beasiswa Madin

Kediri- Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditetapkan sebagai pendidikan sekolah dalam system pendidikan Nasional.  SKB tiga menteri ( Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri) menandakan bahwa eksistensi madrasah diniyah sudah cukup kuat beriringan dengan sekolah umum. SKB tiga menteri juga dinilai sebagai langkah positif bagi peningkatan mutu madrasah diniyah baik dari status, nilai ijazah maupun kurikulumnya

          Acara seminar dan sosialisasi beasiswa madin ini menghadirkan dua narasumber yang pertama Prof. Dr. H. Hamid Syarif dari LPPD Jawa Timur dan Zaial Fanani, M.Pd Kasi PK Pontren Kemenang Kabupaten Kediri, dalam uraiannya kyai  hamid menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan guru madrasah diniyah atau dalam bahasa kerennya meng S1 kan guru madin.

         “ Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan madrasah diniyah tidak lepas dari problematika diantaranya belum banyak memiliki guru yang memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S1) dalam standar formalitasnya, sehingga berakibat secara manajemen dalam pengelolaannya masih bersifat konvensional,  dan belum mampu secara professional sebagaimana diktum sisdiknas”, ujar kyai hamid

        Secara terpisah Lilik Noer Chalida Ketua STAIBA Menyampaikan bahwa Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Sholeh ( STAI-BA ) Purwoasri Kediri merupakan salah satu LPTK yang dipercaya oleh pemerintah propinsi Jawa timur untuk meningkatkan kualitas pendidikan guru madrasah diniyah dalam program beasiswa peningkatan kualifikasi akademik guru madrasah diniyah, sehingga harapannya dengan adanya beasiswa ini mampu menjadi rangsangan yang positif lembaga madrasah diniyah untuk terus meningkatkan kualitasnya, sehingga mampu memenuhi profesionalitas lembaga sebagaimana yang diamanahkan oleh undang-undang.

          “ Di Kediri hanya ada 2 Perguruan Tinggio yang dipercaya untuk menyelenggarakn program ini  yaitu STAI-BA Purwoasri dan Tribakti kediri, ini kesempatan yang sangat baik sekali bagi penggerak madrasah diniyah, untuk terus meningkatkan kualitas akademiknya, STAI-BA siap memfasilitasi, untuk peningkatan kialitas guru madin” uncap Lilik Noer Chalida.

Kemudian dari PK pontren Zainal Fanani menyoroti masih amburadulnya system manajemen di madrasah diniyah, beliau berharap untuk kedepan madin akan terus menjadi baik, apalagi sekarang madin sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah. Shofa