Kediri- Madrasah Diniyah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditetapkan
sebagai pendidikan sekolah dalam system pendidikan Nasional. SKB tiga menteri ( Menteri Agama, Menteri
Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri) menandakan bahwa eksistensi
madrasah diniyah sudah cukup kuat beriringan dengan sekolah umum. SKB tiga
menteri juga dinilai sebagai langkah positif bagi peningkatan mutu madrasah
diniyah baik dari status, nilai ijazah maupun kurikulumnya
Acara
seminar dan sosialisasi beasiswa madin ini menghadirkan dua narasumber yang
pertama Prof. Dr. H. Hamid Syarif dari LPPD Jawa Timur dan Zaial Fanani, M.Pd
Kasi PK Pontren Kemenang Kabupaten Kediri, dalam uraiannya kyai hamid menekankan pentingnya peningkatan
kualitas pendidikan guru madrasah diniyah atau dalam bahasa kerennya meng S1
kan guru madin.
“ Upaya
yang dilakukan untuk memperbaiki mutu pendidikan madrasah diniyah tidak lepas
dari problematika diantaranya belum banyak memiliki guru yang memiliki
kualifikasi pendidikan sarjana (S1) dalam standar formalitasnya, sehingga
berakibat secara manajemen dalam pengelolaannya masih bersifat
konvensional, dan belum mampu secara
professional sebagaimana diktum sisdiknas”, ujar kyai hamid
Secara
terpisah Lilik Noer Chalida Ketua STAIBA Menyampaikan bahwa Sekolah Tinggi
Agama Islam Badrus Sholeh ( STAI-BA ) Purwoasri Kediri merupakan salah satu
LPTK yang dipercaya oleh pemerintah propinsi Jawa timur untuk meningkatkan kualitas
pendidikan guru madrasah diniyah dalam program beasiswa peningkatan kualifikasi
akademik guru madrasah diniyah, sehingga harapannya dengan adanya beasiswa ini
mampu menjadi rangsangan yang positif lembaga madrasah diniyah untuk terus
meningkatkan kualitasnya, sehingga mampu memenuhi profesionalitas lembaga
sebagaimana yang diamanahkan oleh undang-undang.
“ Di
Kediri hanya ada 2 Perguruan Tinggio yang dipercaya untuk menyelenggarakn
program ini yaitu STAI-BA Purwoasri dan
Tribakti kediri, ini kesempatan yang sangat baik sekali bagi penggerak madrasah
diniyah, untuk terus meningkatkan kualitas akademiknya, STAI-BA siap
memfasilitasi, untuk peningkatan kialitas guru madin” uncap Lilik Noer Chalida.
Kemudian
dari PK pontren Zainal Fanani menyoroti masih amburadulnya system manajemen di
madrasah diniyah, beliau berharap untuk kedepan madin akan terus menjadi baik,
apalagi sekarang madin sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah. Shofa
semoga dapat bermanfaat bagi semua
BalasHapus