Kediri- Tentu tidak menafikan peran besar pengurus harian yang lain ,
atas proses pencalegan ini, Ketua LP2 Drs. H. Khoerul Anam Zaelani, yang akrab
disapa Pak Nani. Mas Arif Priambodo, Mas Asmunir, Mas Ulul Albab, dan seluruh
PH DPC lainnya atas kontribusi besarnya dalam proses pencalegan ini, selain
yang telah disebut.
Hari
ini saya, Nurus Shofa, Sekretaris DPC PPP Kab. Kediri, Mengangkat topi setinggi-tingginya
atas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas kawan-kawan semua. Mulai dari proses awal sampai hari terakhir
proses pencalegan, saya ikut terus mengawal dan memantau semua perkembangan
yang ada. Banyak kendala dan tantangan yang dihadapi.
Adalah
Ketua DPC PPP Kab. Kediri Taufik Chavifudin, SE, MM tokoh sentral yang tidak
hanya berbicara dalam tataran konsep dan adu argument, tapi langsung terjun ke
lapangan, berlarian untuk mengambil peluang. Di jam 18.00 WIB tanggal 31 Juli
2018 atau hari terakhir perbaikan berkas bacaleg, ada kabar kurang mengenakan,
berkas SKCK milik Bapak H. mohammad Tohri caleg dapil 1 hilang di polres pare. Tentu
ini sangat mengagetkan, dalam proses verifikasi caleg, SKCK adalah persyaratan
wajib bagi bacaleg disamping persyaratan-persyaratan yang lain.dan hilangnya
berkas pak Tohri ini tentu sangat memusingkan dan bisa berakibat gagalnya
pencalonan, beberapa kali saya komunikasi dengan sat intel polres pak Gema,
minta bantuan bagaimana agar SKCKnya pak Tohri ini bisa di terbitkan. Tapi sekali
lagi dari polres bergeming, SKCK tidak bisa di proses karena berkasnya tidak
ada. Jrett… langsung permasalahan
ini saya limpahkan ke pak taufik, alhamdulilah berkat komunikasi dan lobi
tingkat tinggi beliau, dengan melibatkan langsung Kasat Intel Polres Pare, SKCK
pak Tohri dapat diterbitkan.
Ternyata
permasalahan tidak berhenti di sini, Proses Pengunduran diri Caleg Ir. H. Setyo
Budhi, MM dari Keanggotaan DPRD dari PBB juga mengalami kendala, Ketua DPRD H.
Sulkani dan Pak Setwan tidak ada di tempat, padahal berkas harus ada tanda
tangannya. Pak budhi yang pada pemilu 2019 ini berangkat lewat PPP Kab. Kediri
harus merelakan kursi dewannya yang masih 1 tahun untuk di serahkan kepada
orang lain demi nyaleg lewat PPP. Sekali lagi kepiwaian ketua DPC teruji, Surat
yang ditandatangani Ketua DPRD berhasil di dapat tepat jam 19.00 WIB.
Semua
berkas perbaikan harus di input lewat SILON aplikasi yang di ciptakan KPU
Pusat. Tanpa lewat SILON semua pencalonan dianggap tidak ada. Jadi peran silon
ini menjadi sangat vital karena sebagai pintu proses pencalegan selain
berkas-berkas hardcopy yang di serahkan KPU. Jadi selama berkas belum lengkap
maka tidak ada yang bisa diinput disilon dan keduanya harus sesuai.
Tepat
jam 22.00 WIB ada 15 pengurus PPP mulai berangkat ke KPUD Kab. Kediri, yang
sebelumnya dilakukan do’a bersama di Kantor DPC dengan harapan semua bisa
berjalan dengan lancar dan senantiasa dinaungi keberkahan. Jam 22.20 WIB sampai
di KPUD setelah menandatangi buku tamu dan sedikit komunikasi dengan komisioner
KPUD, dari hasil komunikasi ini permasalan baru muncul lagi, berkas ibu Sunarti
Caleg Dapil 6 dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS). Sesuai dengan PKPU 20
tahun 2018 maka apabila kuota 30% perempuan tidak terpenuhi maka bisa
menggugurkan seluruh caleg di dapil tersebut. Jret….. bagai di
palu godam, terjadi kesalahpahaman dalam menerima informasi. Waktu tinggal 1
jam 20 menit. Tepat pukul 00.00 WIB aplikasi SILON di tutup. Berkas milik
sunarti kurang SKCK, dan surat dari pengadilan, sesuatu yang secara logika
tidak mungkin bisa dipenuhi mengingat waktu hanya kurang dari 2 jam saja dan
itu tengah malam.
Tetapi
Takdir berkehendak lain, Allah SWT membuka jalan. Pak taufik bergerak cepat,
langsung berkomunikasi dengan Sat Intel Polresta Kediri, karena memang caleg
berdomisili di wilayah barat sungai. Kepada pak Paulin Sat Intel Polresta Kediri
minta dibantu untuk menerbitkan SKCK atas nama Sunarti hanya berbekal foto KTP
yang dikirim via WA, Alhamdulillah pak paulin bersedia membantu, seakan dikejar
hantu, mobil yang berisi saya dan pak taufik meluncur ke Polresta untuk menemui
Pak paulin, saya terus berkomunikasi dengan pak nani dan pak arif juga yang
lain yang masih menunggu di sekretariat KPUD. Sampai di Polreta kami berlari
menuju ruangan pak paulin untuk proses penerbitan SKCK. Dan masih berkomunikasi
dengan pak agus yang dari pengadilan, sekali lagi minta bantuan agar Surat
bebas Pidana atas nama Sunarti bisa diterbitkan juga. Alhamdulillah Pak agus
bersedia membantu. Pukul 23.20 SKCK selesai langsung di foto dan dikirim ke mas
arif yang masih standbay di KPUD, sambil menelfon pak Nani dan Pak Ulul untuk
meluncur ke kepangadilan mengambil surat bebas pidana. Kami meluncur lagi ke
KPUD tepat pukul 23.45 WIB, seluruh berkas bu Sunarti saya Upload di Silon,
masih butuh proses convert dari Jpeg ke PDF, karena memang silon tidak menerima
file Jpeg dan harus PDF. Proses Upload selesai pukul 23. 57. WIB dan tepat pukul
23.58 WIB data di silon bisa di Submit. Artinya
kurang dari 2 detik dari jam yang di tentukan pukul 00.00 WIB silon di tutup.dan
ketika silon ditutup maka seluruh caleg PPP di kab. Kediri tidak bisa
didaftarkan sebagai peserta kontestasi di pemilu 2019. Proses di silon selesai.saya
dan teman-teman menitikan air mata melihat proses ini. Dan Alhamdulillah atas
kehendak Allah SWT semua caleg bisa terselamatkan
lewat aplikasi silon.
Permasalahan
silon sudah selesai, tinggal vrifikasi berkas oleh KPUD, sekali lagi ternyata
kekurangan berkas milik sunarti tidak hanya di SKCK dan pengadilan saja, berkas
ijazah SLTAnya ternyata belum ada legalisirnya. Jret…
Legalisir Ijazah SLTA… permasalahan
baru muncul…kemana mencari legalisir Ijazah? Pertanyaan yang menghinggapi kami
semua, tidak ada cara lain kecuali mendatangi rumahnya bu SUnarti yang ada di
Ds. Kedak Semen. Karena Hpnya sudah tidak bisa dihubungi, kami bagi tugas, Pak
Nani, Mas Arif, Mas Munir mengawal proses Verifikasi yang laksanakan oleh tim
KPUD, Saya Pak Taufik dan Mas Ulul sekali lagi melaju kencang meluncur ke kedak
semen, setelah proses hampir 2 Jam legalisir
Ijazah milik bu Sunarti di dapat. Tepat pukul 03.00 WIB dini hari semua berkas terpenuhi,
subhanallah kami semua sujud syukur, berpelukan, hal ini tidak mungkin bisa
terjadi kalau tidak ada kesigapan dari seorang pemimpin, dan tentu Kuasa Allah
SWT. Menjadi penentu atas semua pemasalahan atas makhluknya.
Subhanallah. Pukul 04.00 Wib kami
semua meninggalkan halaman KPUD Kabupaten Kediri, dengan perasaan haru dan
bahagia. Akhirnya semua permasalah dapat selesai, dan semoga ini menjadi
pertanda akan kebesaran PPP kedepan. Amin. Amin.amin *red*

Alhamdulillah...Trus semangat... Semoga bermanfaat... Aaamiiin. Trms tuk keluarga besar DPC PPP KAB. KEDIRI
BalasHapus