Kediri- Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) kabupaten Kediri, bangkit dari tidur panjangnya, hari ahad, 29 November 2020 bertempat di Ballroom Hotel Kediri 2 Kandangan Kediri, GPK Kab. Kediri akan melaksanakan hajatan besar berupa musyawarah Cabang ke 1, suatu bentuk permusyawaran tertinggi di tingkat cabang untuk menentukan Ketua Pimpinan Cabang GPK Kabupaten kediri dan jajaran strukturnya.
Kebangkitan GPK ini diharapkan untuk memacu perolehan suara di pemilu 2024, hal ini senada yang disampaikan oleh ketua DPC PPP Kab. Kediri pak Taufik Chavifudin, SE, MM. " dengan dibangkitkannya kembali GPK harus bisa menjadi ujung tombak kemenangan PPP di Pemilu 2024, karena GPK adalah sayap partai, sehingga harus bisa bekerja sama, bahu membahu dengan strusktural DPC PPP sampai ketingkat PAC maupun Ranting". ujar beliau dalam berbagai kesempatan.
Dalam muscab ke 1 GPK ini akan hadir PC dan PAC GPK se Kab. Kediri sebagai peserta dan struktural DPC maupun PAC, sebagai tamu undangan untuk memeriahkan acara tersebut. dalam kesempatan yang sama Ulul Albab, SH, sebagai Ketua Pj GPK Kab. Kediri mengungkapkan tentang pemilihan tempat muscab di kandangan adalah sebagai bentuk pemerataan wilayah kegiatan partai, yang selama ini selalu terpusat di wilayah kota kediri, kali ini di coba di wilayah pinggiran kandangan, sekaligus untuk meyapa kader-kader partai yang ada di sana. "wilayah kabupaten kediri ini luas, mulai dari gunung kelud sampai gunung wilis, kita akan coba di daerah kandangan agar kawan-kawan yang dari daerah kandangan juga merasakan atmosfir kegaiatan partai". ungkapnya.
Ulul Albab, juga menekankan dengan digelarnya muscab GPK ini diharapkan kader-kader partai mampu menjaga kesolidan paling nggak sampai pemilu 2024, dan siap bekerja sama dengan DPC PPP Kabupaten Kediri untuk berjuang dan bekerja keras mencari kader-kader terbaik untuk mengisi slot caleg pada pemilu 2024. "pemilu 2024 slot caleg harus terpenuhi semua".ujarnya lagi.
Wacana parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen 7% mau tidak mau, PPP harus berbenah apalagi wacana ini menjadi sekala Nasional, artinya bila suatu partai tidak memnuhi ambang batas tersebut, maka habislah partai tersebut dari pusat hingga daerah. maka dengan dihidupkan kembali sayap-sayap partai diharapkan mampu menjadi ujung tombak perolehan suara, baik GPK, WPP, GMNI, AMK, maupun majelis-mejelis yang ada di tubuh partai. wacana 7% ambang batas bukan mustahil bisa di lalui oleh PPP, PPP pernah mencatatkan diri menjadi mencapai 15%, kemudian turun 9% kemudian yang terakhir 4%, jadi bukan mustahil di pemilu 2024 yang akan datang angka 7% bisa tercapai.Shof red

Tidak ada komentar:
Posting Komentar